Suarasantrinews.com – Kreativitas menjadi kunci bagi UMKM untuk terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri kuliner. Di Banyumas, semangat tersebut ditunjukkan Bolu Chiffon Manja, pelaku UMKM lokal yang menghadirkan inovasi dengan menggabungkan produk kuliner modern dan nilai budaya daerah.
Upaya penguatan inovasi ini tercermin dalam kunjungan Tim Budayantara yang diwakili Masdjo Arifin ke dapur produksi Sari Asian Food, tempat Bolu Chiffon Manja diproduksi. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Diana Lyntusari, Owner Bolu Chiffon Manja, dalam suasana diskusi hangat yang sarat ide kreatif.
Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan kolaborasi bertajuk “Budaya untuk Rasa”, sebuah langkah strategis UMKM kreatif dalam menghadirkan diferensiasi produk. Dalam kolaborasi ini, Budayantara turut menggandeng Sanggar Seni Panginyongan sebagai mitra budaya, menghadirkan pendekatan lintas sektor antara UMKM kuliner dan pelaku seni tradisi.
Inovasi tersebut akan diwujudkan melalui peluncuran Bolu Chiffon Manja edisi Calengsai. Edisi ini tidak hanya menawarkan varian produk, tetapi juga konsep kreatif yang mengangkat seni tradisi Calengsai sebagai identitas visual dan narasi kemasan. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana UMKM dapat memanfaatkan kekayaan budaya lokal sebagai sumber ide kreatif bernilai ekonomi.
Bagi Bolu Chiffon Manja, kreativitas tidak berhenti pada pengembangan rasa. Desain kemasan, cerita produk, hingga kolaborasi lintas komunitas menjadi bagian penting dalam membangun brand yang kuat dan berkarakter. Strategi ini sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, terutama bagi konsumen yang mencari produk lokal dengan nilai cerita dan keunikan.
Kolaborasi dengan Budayantara dan Sanggar Seni Panginyongan juga mencerminkan peran UMKM kreatif sebagai penggerak ekosistem ekonomi budaya. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan efek berantai, mulai dari peningkatan nilai produk UMKM hingga dukungan nyata terhadap pelestarian seni tradisi Banyumas.
Melalui inovasi dan kolaborasi, Bolu Chiffon Manja menegaskan bahwa UMKM kreatif mampu tumbuh dengan identitas lokal yang kuat. Produk kuliner tidak hanya hadir sebagai komoditas, tetapi juga sebagai medium ekspresi budaya yang relevan dengan selera pasar modern. (sulis)










